Review “Luka Perempuan Asap” Author by Nafi’ah Al Ma’rab

Luka Perempuan Asap by Nafi’ah Al Ma’rab

Identitas Buku :
Judul Buku : Luka Perempuan Asap
Penulis Buku : Nafi’ah al-Ma’rab
Penerbit Buku : Tinta Medina
Kota Tebit : Solo
Cetakan : 1
Tebal Buku : 264 halaman
ISBN : 978-602-0894-85-3

“ Bahwa aku tak hendak dengan lelaki itu. Bukan karena dia bukan pilihanku, tetapi aku tak bisa. Aku tak bisa bersama lelaki yang pada dirinya sendiri pun dia tak peduli…”
(Mun, dalam Luka Perempuan Asap, hlm.183)

Kutipan merupakan salah bahian dari novel Luka Perempuan Asap. Novel tersebut bercerita mengenai perjalanan hidup seroang anak juragan sawit, Mun yang tinggal di lingkungan perkebunan sawit di Riau. Sawit merupakan salah satu sumber mata pencarian warga Riau dan Sumatera. Kebanyakan para petani sawit adalah warga Jawa yang mendapatkan tanah dari pemerintah lewat program transmigrasi. Namun uniknya, dalam novel ini perjalanan ayah Mun, Pak Juragan dalam membangun bisnis sawit diwarnai oleh kecurangan-kecurangan.

Kisah awalnya, Ayah dan ibu Mun sebenarnya adalah orang asli Riau.  Karena permasalahan ekonomi, melalui calo-calo tertentu, kedua orang tuanya memiliki identitas sebagai orang Jawa yang transmigran ke Sumatera sehingga berhak mendaptkan tanah dari pemerintah.
Kegigihan dalam membangun bisnis sawit, menjadikan ayah Mun seorang pengusaha sawit yang sukes. Namun karena perjuangan itu, Pak Juragan menjadi orang yang pelit dan kikir serta enggan berzakat dan bersodaqoh. Sebagai anak, Mun sangat kesal dengan kelakuan ayahnya, ia juga sering kali mengingatkan, namun sang Juragan tidak menghiraukannya bahkan mengungkit masalah biaya hidup dan kuliah Mun yang selalu rutin ia berikan.

Novel ini mengambil latar dari peristiwa kebakaran hutan di Riau beberapa waktu silam yang menyisahkan banyak kisah tak tertuntaskan. Banyak juragan yang curang dan enggan memberikan gaji lebih kepada buruh sawit. Hal ini juga dilakukan oleh Pak Gan. Untuk menutup kerugian akibat serangan ninja, Pak Gan berbuat curang dalam penjualan sawit. Keuntungannya pun bertambah, namun pegawai setianya, Mursal tidak mendapatkan kenaikan gaji. Padahal ia harus bekerja secara hati-hati agar kecurangannya tidak diketahui oleh pihak pabrik.

Setelah sukses di sawit, seorang teman lama Pak Gan, Kang Marno dan anakya Marjo datang untuk menawarkan investasi kebun sawit. Mendengar tawaran sahabatnya tersebut ayah Mun tertarik dan tanpa berpikir panjang ia setuju untuk melakukan kerja sama investasi tersebut. Selain itu, Pak Gan juga tertarik untuk menjodohkan Mun dengan Marjo.
Mun setelah mengetahui perjodohan ini, ia dengan tegas memberikan penolakan. Apalagi belakangan, Marjo pernah berbuat senonoh kepada Mun. Namun Ayah Mun tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh anaknya tersebut.

Konflik terjadi ketika Mun menolak perjodohan sedangkan ayahnya memaksa. Mun terjebak dalam kebimbangan bagaimana caranya hidup tanpa bantuan biaya dari ayahnya. Mun yang juga mahasiswa semester akhir ini menemui Kepala Jurusan untuk segera menyelesaikan tugas akhirnya. Dipilih lah Bu Wilda, dosen senior dan angker menjadi pembimbing skripsi Mun.

Lagi-lagi Mun terjebak dalam pilihan sulit, ketika Bu Wilda mengajukan syarat penelitian Mun di bidang sawit. Tepatnya meneliti mengenai dampak negatif sawit terhadap lingkungan. Tentu ini merupakan pilihan yang sulit, di satu sisi ia bisa kuliah dan memenuhi kebutuhan hidup lewat sawit, namun ia juga terjebak pada keharusan menerima syarat Bu Wilda apabila ia ingin membuktikan pada ayahnya dengan kelulusannya.
Mun menjatuhkan pilihan untuk menerima syarat sang dosen. Mun mulai melakukan penelitian ke beberapa wilayah sawit di Riau. Kejanggalan demi kejanggalan ia temui. Dalam penelitian, Bu Wilda sepertinya punya rencana sesuatu. Mun sebenarnya hanya topeng yang digunakan oleh Bu Wilda dan timnya untuk meneliti sawit. Bahkan diketahui bila penelitian ini dibiayai oleh suatu lembaga internasional.
Setelah melakukan penelitian, Mun memperoleh beberapa fee dari Bu Wilda. Seperti janji Bu Wilda di awal, ia akan menanggung semua biaya Mun asalkan ia semangat dalam melakukan penelitian. Bahkan Bu Wilda juga berjanji akan memudahkan urusan akademik Mun, dari seminar sampai skripsi. Dan Bu Wilda menyanggupi semua janjinya kepada Mun.
Di sisi lain, tanpa diketahui oleh Mun, seorang anak buah Kang Marno berhasil merekam aksi penelitian dan presentasi Mun kepada warga. Hasil rekaman ini digunakan Kang Marno untuk mengancam Pak Juragan. Kecorobohan Pak Juragan di awal dalam berinvestasi berbuntut kerugian besar. Apalagi ia juga terjebak dalam rayuan Marjo yang meminjam uang satu miliyar untuk membeli rumah bagi Mun. Akibat kecerobohan ini, semua uang Pak Juragan terancam tidak kembali.

Kebakaran hutan melanda hampir semua perkebunan. Tak terkecuali kebun sawit milik Pak Juragan. Dalam keadaan bangkrut, Pak Juragan masih berkukuh tidak mau berzakat dan bershodaqoh. Mun semakin geram. Apalagi, ia juga terlibat konflik dengan ayahnya hingga ia pergi ke Yogyakarta untuk bekerja. Selama ia pergi sang Ayah mencari bahkan menanyakannya pada Bu Wilda, namun semua itu tak membuat Mun kembali ke Riau.
Hingga suatu ketika Mun kembali Ke Riau hendak menemui Bu Wilda. Namun, Mun malah ketemu dengan kajur. Dalam pertemuan itu, Mun dijelaskan bahwa semua penelitian yang dilakukan Mun dalam skripsinya adalah palsu. Semua angka dan data telah dipalsukan. Namun beruntung ia tidak disuruh mengulang dan Bu Wilda telah lama dipecat dari kampus.
Mun pulang ke Riau. ayah Mun sakit. Hal ini yang mengetuk hati nuraninya untuk pulang dan memutuskan untuk merawat ayahnya hingga meninggal.

Dalam novel ini bertemakan lingkungan. Namun juga dibumbui dengan berbagai kritik sosial. Seperti menjelaskan tentang kelakuan juragan yang pelit terhadap para buruhnya, juga para akademisi yang melakukan penelitian tidak murni untuk kesejahteraan melainkan untuk uang dan politik semata.

Tokoh-tokoh dalam novel ini adalah Mun, Pak Juragan, Mursal (pegawai setia juragan), Marno, Marjo, Kajur, dan Bu Wilda. Dan didukung oleh beberapa tokoh lain, seperti Bejo (ketua kelompok tani), Martini (pacar Marjo), Marisa (teman Mun), dan beberapa tokoh lainnya.

Dibalik berbagai kritik tersebut juga menyimpan suatu pesan tentang pentingnya pendidikan. Dibalik kikir dan kerasnya Pak Juragan, ia masih menyimpan harapan akan kesuksesan anak semata wayangnya, Mun dalam berpendidikan.

Penulis novel ini adalah Nafi’ah al-Ma’rab, seorang perempuan dari Riau yang mencoba menceritakan duka berhari-hari dalam menghadapi bencana asap. Kebakaran hutan yang bekepanjangan masih menyisahkan misteri tentang apa penyebab kebakaran dan siapa yang ada dibaliknya.

Novel ini sangat bagus untuk dibaca. Sebagai sarana pengingat bahwa menjaga lingkungan adalah wajib. Dan yang paling menarik bagi penulis adalah ketelibatan para akadamisi dalam proyek penelitian berbayar dari lembaga internasional. Dibalik cerdasnya anak bangsa, masih saja bisa berbuat sesuatu yang merugikan bangsanya sendiri.
Kelemahan dalam novel ini adalah alur cerita yang mudah ditebak. Dari pertemuan Pak Juragan dengan Kang Marno, sebenarnya dari situ pembaca bisa menebak arah alur cerita

#ReviewBuku The Fall Author by Albert Camus

Judul Buku : The Fall Pengarang : Albert Camus Penerjemah: Ika Destina Penerbit: Papyrus Publishing & Octopus Publishing House

Holaa… 🙋👏😃dipostingan kedua saya kali ini saya bakal memulai dengan mereview buku untuk menuntaskan 2 tema sekaligus dari @2weeks1bookchallenge (tema cover berwarna putih dan penulis favorite) sekaligus melunasi hutang bacaan bareng @fajriaaisyah 😃

@2weeks1bookchallenge

Namun sebelum mereview buku, saya mau perkenalkan #2weeks1bookchallenge. Jadiii,,,, @2weeks1bookchallenge ini adalah sebuah tantangan baca buku sesuai tema setiap 2 pekan pada hari jumat. Setiap orang yang terlibat dalam challenge ini diberi kesempatan untuk mereview buku yang telah dibaca dan memposting di akun Instagram dan menambahkan hastag(#) 2weeks1bookchallenge. Tujuannya sederhana sih, selain menumbuhkan minat baca, tujuan lainnya adalah mengurangi tumpukan buku yang ada di rak buku … hehehe 🙂 Untuk lebih lanjut lagi, silahkan chek di akun Instagramnya @2weeks1bookchallenge

Next >> beralih ke review buku. Ini dia buku yang akan kureview, Judulnya The Fall Karya Albert Camus. Buku ini merupakan buku terjemahan dari bahasa perancis (seingatku) yang merupakan buku Monolog terakhir sebelum akhirnya Albert Camus mendapatkan Nobel sastra dan meninggal dunia 😦

*Sinopsis

Sebuah karya Monolog dari ALBERT CAMUS yang merupakan karya terakhirnya sebelum menerima Nobel Sastra dan dihadapkan dengan kematian.. Buku ini adalah novel monolog (satu arah) yang mengkritik kehidupan sosial dan berlatar di Amsterdam Belanda. Mengambil tokoh Clemence yang bercerita tentang semua keluh kesahnya terhadap karakter manusia yang akan membuat kepala kalian berpikir apakah saya adalah orang yang demikian? Buku ini akan membuatmu tersenyum, tertawa dan akhirnya berkaca dan inilah buku terindah dari seorang Albert Camus dan mungkin juga novelnya yang paling sulit dimengerti.” -JEAN-PAUL SARTRE

*Review Sebuah buku yang benar-benar menarik yang mungkin dengan setengah kebenaran disebut novel, atau monolog, atau sketsa karakter, tetapi yang sebagian besar merupakan tesis filosofis, dan penyelidikan-penuh dengan kecerdasan. “Kejatuhan” tentu saja merupakan kejatuhan para malaikat, yang direkam secara oleh Jean-Baptiste Clemence, seorang mantan pengacara Bagian yang sekarang mengikuti panggilan yang diciptakan sendiri oleh para hakim di Amsterdam. Dia mencatat perubahannya dari pembela janda dan yatim piatu yang paling layak, dan dari tujuan “mulia” lainnya, dan dari seorang pencinta hal-hal baik dalam hidup, ke rekan pencuri, pembunuh dan calo di selam tempat dia sekarang membuat markas besarnya, mengabdikan dirinya untuk pertobatan orang lain untuk pandangan hidupnya. Kemajuannya fantastis dan cukup logis, penuh dengan ketegangan dan paradoks. Ini bukan merupakan novel, melainkan pencarian metafisik dalam bentuk yang hampir tidak fiksi. Ini akan memiliki daya tarik intelektual murni – implikasinya serta referensi dan analoginya direkondisi. Tetapi jika dalam kasus ini, Camus adalah iblis- penerjemahnya Justin O’Brien adalah advokat yang brilian. #thefall #thefallalbertcamus

Pertama Kali membuat Blog

Sebelumnya, perkenalkan nama saya Dian Pratiwi Wijaya, seringnya dipanggil Dian. Ini blog saya yang kedua, setelah blog sebelumnya dengan nama “Wong Cilik” tidak dapat diakses kembali.

Suasana pagi diiringi hujan gerimis, mengiringi perjalanan saya kali ini menggunakan sepeda motor berknalpot besar hingga sampai di @confie.id Coffe & Co-Working Space. Sesampainya di lokasi, kelas blog dimulai. Awal buat blog karena ikut kelas blog bersama teman-teman dari komunitas Sobat LemINA yaitu “Nulis Bareng Relawan” yang dibawakan oleh Kak Tenri Pakkua Bungawalia atau @ungatawwa. Kegiatan yang diadakan di @confie.id Coffe & Co-Working Space ini dimulai pukul 09.00 – 16.00 dan membahas tentang cara-cara membuat blog, tips and trik agar blog menarik dan yang pasti sharing-sharing seputar blog. pertemuan dilanjutkan dengan membuat tulisan diblog masing-masing dengan tema yang berbeda. Kegiatan terakhir ditutup dengan foto bersama dengan pemateri dan peserta yang hadir.